Gambar

Selasa, 24 September 2013

ILUSTRASI BATU BESAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH

Suatu hari seorang seorang dosen sedang memberikan kuliah tentang
manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangan
iaberdiri depan kelas dan berkata, “Okey, sekarang waktuuntuk quiz.”
Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja.
Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu besar sekepalan tangan.


Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup utnuk dimasukkan ke dalam ember.

Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?

” Semua mahasiswa serentak berkata, “Ya!”

Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian ?”

Kemudian, dari dalam mejaia mengeluarkan sekantung kerikil kecil.
Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lau mengocok-ngocok
ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke dalam ember lalu
mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun kebawah
mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi
ia bertanya pada kelas, “Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”
Kali ini para mahasiswa terdiam. Seorang menjawab, mungkin tidak.”

“Bagus sekali,” sahut dosen.

Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke
dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara
batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, Baiklah, apakah
sekarang ember ini sudah penuh?”

“Belum!” Sahut seluruhkelas.

Sekali lagi ia berkata, “Bagus, bagus sekali. “

Kemudian ia meraih sebotol ait dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember.

Lalu ia menoloh ke kelas dan bertanya, “Tahukah kalian apa maksud ilustrasi ini?”

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata,
“Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau
berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.”

“Oh, bukan,” sahut dosen, “Bukan itu maksudnya.

Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa bila anda
tidak memasukan batu besar terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa
memasukkan semuanya.”

Apa yang dimaksud dengan batu besar” dalam hidup anda? Anak-anak anda; Pasangan anda; Pendidikan anda;

Hal-hal yang penting dalam hidup anda; Mengajarkan sesuatu pada
orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai; Waktu untuk diri
sendiri; Kesehatan Anda; Teman Anda; atau semua yang berharga. Ingatlah
untuk selalu memasukkan “Batu Besar” pertama kali atau anda akan
kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam
kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang
merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda
akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya
tidak perlu. Karena dengan demikan anda tidak akan pernah memiliki
waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

Oleh karena itu, setiap pagi dan malam, ketika akan merenungkan cerita
pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: “Apakah “Batu Besar” dalam
hidup saya?” Lalu kerjakan itu pertama kali.” 

Lusianus Tusalak 
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar