Gambar

Kamis, 12 September 2013

Perjuangan Menempuh Perjalanan Bekasi Ke Jelambar No. 50 Daan Mogot

Sabtu di awal September ini kami sekeluarga berencana mengadakan Halal Bihal di daerah Jelambar Daan Mogot Jakarta. Hal ini adalah pengalaman baru bagi kami yang belum pernah ke Daan mogot .
Mengingat kami membawa anak yang berusia 5 dan 2 tahun maka tidak mungkin kami menggunakan kendaraan roda dua ke daan mogot karena menurut tetangga sangat jauh perjalanannya dari Bekasi ke Daan Mogot.

Mbah google pun memberikan alternatif yang cukup banyak hingga kami pun bingung memilahnya. Akhirnya diputuskan menggunakan 3 jenis kendaraan berbeda dengan rute:
1.      Setu Bekasi – Stasiun Bekasi (Sepeda Motor)
2.      Stasiun Bekasi – St. Juanda (Komuter line)
3.      St. Juanda – Indosiar (Busway Koridor 3)
4.      Indosiar – Jelambar No. 50 (Microlet)

Sepeda motor kami gunakan dari Rumah di Daerah Setu Bekasi hingga Stasiun Bekasi, pukul 8.15 pun kami meluncur dan pada pukul 09.15 tiba di stasiun. Lalu kami menuju loket untuk membeli tiket ke Juanda, total yang harus kami bayar sebesar Rp 24.000,- untuk 3 tiket karena anak yang kecil baru umur 2 tahun jadi tidak diharuskan membeli tiket (Minimal Umur 3 Tahun harus beli 1 tiket Komuter line). Sebenarnya harga tiket hanya Rp 3.000,- saja tetapi ada uang jaminan kartu sebesar Rp 5.000,-/kartunya.
Alhamdulillah, komuter line sudah standby di jalur 2 menuju Kota yang dijadwalkan berangkat pukul 09.20. Pada pintu masuk diharusnya menempelkan kartu agar bisa masuk, tempelkan kartu pada tandanya tunggu hingga warna hijau lalu dorong saja pembatasnya untuk masuk. Ketika kami naik sudah cukup ramai setiap gerbongnya walaupun yang berdiri tidak terlalu banyak karena bukan hari kerja. Di luar dugaan, pengalaman terakhir naik kereta masih berdesakan, banyak pedagang dan tidak bersih ternyata saat ini komuter line sudah lebih baik. Gerbong sudah bersih dan bebas dari pedagang, ber-AC nyaman dan yang terpenting masih ada yang mempersilahkan orang tua yang membawa anak kecil untuk duduk. Anak-anakpun riang naik kereta karena baru kali pertama naik kereta, niatnya ingin memberikan sarapan untuk anak-anak di kereta tetapi ternyata terdapat peraturan yang tidak memperbolehkan makan dan minum di kereta jadi kami pun mengurungkannya (dukung peraturan yang ada agar lebih baik).

Pada setiap stasiun dimana setiap 500m akan ada suara pemberitahuan nama stasiun yang akan disinggahi, jadi tidak perlu khawatir bagi yang kali pertama naik kereta akan salah turun (berbeda sekali dengan dahulu yang harus melongo ke jendela untuk melihat nama stasiunnya dan stasiun berikutnya). Kurang lebih pukul 10.00 sampai di stasiun Juanda tempat pemberhentian kami, cukup bersih stasiunnya dan tidak ada pedagangnya. Menuju pintu keluar, kembali kartu di tempelkan pada tempatnya. Niatnya ingin menukarkan kartunya langsung ke loket agar uang jaminan dapat dikembalikan tapi mengingat waktunya sudah sempit maka kami lanjutkan ke Busway jurusan Kalideres. Tidak jauh dari pintu keluar sebelah kiri terdapat koridor bus way nya. Total tiket yang dibeli 3 buah dengan harga Rp 10.500,- (Rp 3.500/tiket).
Pengalaman naik bus way tidak jauh berbeda dengan pengalaman 6 bulan yang lalu, tetap kurang nyaman baik dari petunjuk arah busway serta keadaan busway nya itu sendiri. Cukup lama kami menunggu busway yang akan ke arah Kali deres, dari 10 armada Busway yang lewat hanya 2 yang ke Kali Deres dan itupun sudah penuh sisanya 8 armada lebih banyak ke Harmoni (tidak paham mengapa jarang sekali yang ke arah Kali Deres). Hati-hati saat naik busway, seringlah bertanya ke petugas kondekturnya ke arah mana busway tersebut karena tidak setiap petugas secara inisiatif memberitahukan tujuan busway tersebut.

Dengan terpaksa dan tidak nyaman, kami pun naik busway yang sudah penuh dan Alhamdulillah ada orang yang peduli memberikan tempat duduknya untuk anak-anak. Selama perjalanan naik busway ternyata keadaannya tidak jauh berbeda naik metromini, karena kondisi busway yang sudah berkarat, banyak bagian yang sudah tidak terawat bahkan sudah tidak pada kondisi terbaiknya ditambah jalanan yang tidak mulus sehingga membuat penumpangnya senantiasa mengingat Sang Pencipta (banyak istigfar).
Setelah sampai di Indosiar kami pun melanjutkan dengan Microlet ke jelambar No. 50 dan tiba pada pukul 11.40. Setelah acara selesai, kembali kami berniat untuk rute yang sama. Tetapi ternyata tidak semudah yang dipikirkan karena perjuangan belum selesai….

Perjalanan dari Jelambar No. 50 ke Bekasi tidak sesuai dengan rencana, seharusnya serupa dengan perjalanan berangkat tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Hal ini terjadi setelah sampai di Halte Jelambar Busway, ternyata hampir tidak ada busway yang ke arah Juanda, hampir 60 menit menunggu semua busway yang lewat hanya ke harmoni, balai kota atau pulo gadung. Akhirnya kami memutuskan naik ke arah pulo gadung, niatnya sieh mau turun di Gambir dan lanjutkan komuter line ke Bekasi, ternyata informasi yang didapat tidak ada komuter line dari Gambir sehingga kami bablaskan ke Halte Pulo Gadung. Di dalam busway sudah menumpuk sehingga harus berdiri dan alhamdulillah anak dapat duduk dan tertidur karena lelahnya. Setelah sampai di Halte Pulo Gadung kami melanjutkan naik Angkot jurusan Pulo Gadung – Perumnas 3 (K-01) dengan ongkos Rp 6.000,- per orang. Perjalanan cukup padat merayap hingga pukul 17.30 kami baru sampai di depan terminal Bekasi untuk mengambil motor dan dilanjutkan pulang ke Rumah.
Niatnya ingin menukarkan kartu komuter line di loket, tapi setelah melihat antrian loket yang cukup panjang akhirnya diurungkan dengan mencoba mengikhlaskan Rp 15.000,- dana jaminan yang mungkin akan hangus setelah 7 hari tidak ditukarkan. Parkir motor sengaja di parkir rumahan yang biayanya flat Rp 3.000,- dari pada harus memakirkan di dalam Stasiun yang tarifnya per jam.

Pelajaran yang dapat kami peroleh dari perjalanan tersebut adalah:
1.      Persiapkan dengan matang rute perjalanan dan buatkan berbagai alternatif planning
2.      Hindari menggunakan busway bila membawa anak kecil
3.      Lakukan perjalanan di hari kerja atau jam kerja agar tidak terlalu padat


Semoga bermanfaat




Tidak ada komentar:

Posting Komentar